Showing posts with label Cerita Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pernikahan. Show all posts

Monday, November 12, 2018

Share Pengalaman Tentang Persyaratan Menikah dengan TNI

Menikah dengan TNI. Menurut pengamatan saya di media sosial, secara umum syarat menikah dengan TNI adalah sama. Hanya satu atau dua detail saja yang berbeda, contoh adalah soal tes keperawanan.

Saya sudah lupa syarat-syaratnya, Berusaha mencari berkas nikah lima tahun lalu tapi entah diletakkan di mana. Abisnya suka pindah-pindah sih, jadi kadang tumpukan kertas gitu jadi berasa nggak penting lagi. Tenang saja, nanti calon suami pasti ngasih tau berkas apa saja yang harus disiapkan kok.

Share Pengalaman Tentang Persyaratan Menikah dengan TNI

Nikah kantor itu apa?

Sebenarnya tidak ada istilah nikah kantor, namun lebih tepatnya adalah pengajuan permohonan izin menikah. Nikah kantor adalah istilah yang dipakai orang-orang untuk menyebut rangkaian pengajuan permohonan izin menikah tersebut. Biar lebih singkat dan padat gitulah

Pengalaman pengajuan nikah saya

Intinya, menikah dengan tentara hampir sama ketika menikah dengan lelaki sipil. Harus melewati birokrasi RT hingga kelurahan. Pembedanya adalah kita harus menyertakan SKCK, SKBD, dan surat kesehatan dari rumah sakit.

SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dikeluarkan oleh Polres. Sebagai bukti kalau calon pengantin perempuan dan kedua orangtuanya tidak pernah terlibat tindakan kriminal. SKBD (Surat Keterangan Bersih Diri) adalah surat keterangan dari Koramil yang menyatakan pihak calon pengantin perempuan dan kedua orangtuanya bebas dari garis keturunan PKI. Surat kesehatan ketika saya pengajuan meliputi laporan kesehatan umum, serta keterangan bebas HIV dan narkoba, Udah gitu aja.

Jadi saya luruskan dulu. Saya dan calon suami waktu itu melewati masa pengajuan terpisah. Suami saya berdinas di Lanud Maimun Saleh, Sabang. Karena jarak yang terlampau jauh, akhirnya saya dititipkan untuk mengadakan pengajuan di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang. Lho, kok bisa gitu? Entahlah. Haha. Itu calon suami saya yang mengordinasikan. Saya tinggal datang ke kantor intel Lanud Abdul Rahman Saleh untuk menjalani tes tulis dan wawancara. Pada satuan lain, biasanya calon suami-istri wajib hadir berdua.

Serem nggak waktu diinterogasi intel?

Tidak ada interogasi yaa, kami kayaknya cuma ngobrol-ngobrol aja. Saya merasa sedang tidak diwawancarai sama sekali, malah cenderung santai dan guyon. Tapi dalam santai dan guyon itulah mungkin sebenarnya tanpa sadar saya sedang diselidiki. Bapaknya lucu banget sih, jadi beban 'nikah kantor' yang kata orang-orang bikin lelah dan tertekan tidak saya rasakan. Saya cuma agak capek ngisi berlembar-lembar pertanyaan, soalnnya harus saya kerjakan sendirian. Terimakasih buat bapak intel yang telah bersedia meminjami saya pulpen hingga tintanya habis karena dipakai untuk mengerjakan esai yang mirip pelajaran PPKn

Apakah saya harus memakai seragam organisasi istri ketika pengajuan?

Saya menikah tahun 2012, waktu itu ketentuan mengenakan Pakaian Seragam Kerja belum ada. Saya datang dengan berpakaian bebas rapi semi formal. Tapi sekarang sepertinya ketika pengajuan sudah harus memakai baju PSK tanpa lencana. Menurut saya itu aturan bagus, sebab kalau tidak begitu biasanya istri-istri sama sekali tidak mempunyai PSK hingga bertahun-tahun pernikahannya.

Apakah harus hafal NRP suami dan lagu mars serta hymne?

Lebih baik memang hafal. Di beberapa satuan memang ada tes menyanyikan lagu mars dan hymne organisasi istri, bahkan ada yang mengharuskan hafal surat-surat tertentu dalam Al Quran. Tapi saya tidak melewati ujian tersebut.

Apakah ketika pengajuan harus menghadap banyak pejabat satuan?

Iya betul. Tapi saya juga tidak melewati moment hadap-menghadap itu. Satu-satunya yang saya temui ya bapak intel yang meminjami saya pulpen.

Kok enak banget pengajuannya?

Jikapun dianggap enak, itu sudah rejeki saya. Jadi jalan saya menuju pernikahan memang dimudahkan oleh Allah. Jika proses pengajuan kamu lebih rumit itu juga rejeki kamu, sebab jadi lebih kaya akan pengalaman.

Sumber : http://lovingloreng.blogspot.com/2018/03/faq-apa-persyaratan-menikah-dengan-tni.html

Pernikahan Militer dengan Pedang Pora Wajibkah ?

Pernikahan Militer Pedang Pora. Pedang pora adalah tradisi pernikahan militer jika calon suami kamu adalah perwira. Jika bukan perwira, maka kamu tetap bisa berpesta pora, tapi beda istilah. Jika calon suami dari golongan bintara, maka disebut sangkur pora. Jika calon suami dari golongan tamtama, biasanya disebut hasta pora. Biasanya resepsi dengan pesta pora diadakan di gedung, tapi banyak juga kok yang menghelatnya di halaman rumah, Pesta pora hanya dilakukan sekali seumur hidup, biasanya pada pernikahan pertama. Jika suatu hari pak tentara nikah lagi karena tidak bisa bersatu dengan istri pertama dengan berbagai alasan, maka pernikahan keduanya sudah tidak bisa lagi diadakan pesta pora.



Resepsi pernikahan 'pora-pora' sebenarnya tidak wajib. Namun jika ingin dan mampu mengadakannya, maka boleh deh. Soalnya keren banget kok, apalagi ini moment sekali seumur hidup yang biasanya paling ditunggu oleh para gadis. Namun jika tidak mampu, hendaknya tidak memaksakan diri cuma karena 'gue pengen'. Kebahagiaan rumahtangga tidak ditentukan oleh pesta pora tersebut, apalagi sebagai istri tentara, pasti suatu saat akan mengalami masa-masa sulit. Di sini komitmen lebih dibutuhkan daripada kemeriahan pesta sehari.
Apa yang harus disiapkan jika ingin mengadakan pesta pora?

Dana yang cukup. Tentu saja, hahaha. Kan harus mikirin segala akomodasi pasukan jajar kehormatan. Misal satu personel habis sejuta, terus ada sepuluh personel di jajar kehormatan, tinggal dikalikan deh. Itu belum termasuk bayar gedung pelaminan, katering, undangan, souvenir, dan lain-lain loh ya. Belum lagi kebutuhan untuk menyambut Bapak-Ibu komandan yang akan menjadi inspektur upacara. Ibarat kebutuhan, ijab qobul dan walimatul ursy adalah kebutuhan primer, resepsi adalah kebutuhan sekunder, dan resepsi dengan pesta pora adalah kebutuhan tersier. Jadi bijaksanalah ketika mengambil keputusan. Berikut ini daftar pertanyaan yang mungkin bisa direnungkan sebelum mengambil keputusan pernikahan menggunakan tradisi pesta pora atau tidak.

  • Siapa yang membiayai, Orangtua atau mempelai sendiri?
  • Darimana uang tersebut, Dari tabungan atau berhutang?
  • Jika saya mengadakan pesta dengan berhutang, apakah saya sanggup melunasinya?
  • Jika saya mengadakan pesta dengan tabungan, apakah masih ada cukup dana lagi untuk kebutuhan setelah pernikahan?
  • Apakah kedua orangtua saya sehat, tidak menderita sakit yang memerlukan banyak biaya berobat?
  • Apakah saudara-saudara saya sudah ada dana untuk melanjutkan pendidikan?
  • Apakah pernikahan dengan pesta pora nantinya bisa menjamin kehidupan rumahtangga saya bahagia, aman tanpa goncangan?
  • Apakah 'amplop' dari tamu undangan bisa mengembalikan modal? 

Yep. Resepsi pesta pora memang memerlukan energi dan persiapan yang lebih hectic, namun semua itu akan terbayar ketika melihat foto dan video dokumentasi. Jika mau tanya apa saja detailnya, maka dijabarkan di blog bisa makan waktu berhari-hari untuk menuliskannya. Tenang saja, calon suami pasti tahu apa yang harus dilakukan. Dialah yang akan memberi pengarahan terperinci kepada keluarga maupun wedding organizer sebagai penyelenggara hajatan. Sebagai pengantin wanita, kita tinggal persiapkan mental, gimana caranya agak nggak keder dan tetap tersenyum cantik waktu berjalan melewati pasukan jajar kehormatan.

Sunday, November 11, 2018

Tips Cari Gedung Pernikahan mu

Gedung Pernikahan. Ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya kami pilih adain di gedung ya yang paling utama karena gak mau repot untuk beberes rumah setelah event. Untuk para capeng, berikut ini gw share tips-tips mengadakan resepsi di gedung yang diangkat dari pengalaman gw sendiri hahaha… Yuk, simak tips memilih venue gedung pernikahan ala gw.

Tips Cari Gedung Pernikahan mu

Tentuin lokasi dan tanggal pernikahan


Ini keputusan biasanya perlu masukan dari keluarga kedua belah pihak dan untuk waktu menurut gw idealnya sekitar 6 bulan lebih dari kalian memutuskan untuk menikah di gedung. Soalnya, perlu waktu untuk melengkapi syarat dan berkas KUA, cari-cari gedung, siapin undangan dan souvenir, icip-icip masakan dari calon catering, dan lain sebagainya. Ibarat kata, pernikahan yang bisa dibilang sekali seumur hidup, kalau gak well prepared ya bisa-bisa berantakan.

Penentuan hari Sabtu atau Minggu nya, acara malam atau siang nya juga harus dipertimbangkan ya.

Sementara untuk lokasi, perlu diperhatikan juga jarak antara dari lokasi kalian, lokasi keluarga dan teman-teman kalian, akses ke gedung tersebut apakah macet, bisa dilewatin motor atau hanya mobil saja (bahkan sebaliknya), kalau hari minggu pagi juga biasanya di daerah Jakarta ada car free day (antisipasi supaya kamu atau pak penghulunya gak pusing nyari alternatif jalan untuk acara akad haha XD).

Tentuin jumlah tamu undangan


Istilah yang familiar di kalangan bride to be yaitu 1 undangan = 2 tamu, jadi misal dibilang mampu menampung 1000 tamu sama saja dengan 500 undangan.

Pastikan kalau kapasitas gedung pernikahan kamu cukup untuk tamu yang mau kamu undang. Jangan sampe ternyata gak cukup, jadinya malah sumpek karena kebanyakan orang. Begitu sebaliknya, nyewa ruangan luas tapi yang dateng dikit juga gak bagus karena terkesan sepi.

Penentuan jumlah tamu undangan juga ngebantu banget loh untuk filter pilihan gedung. Bukan hanya kapasitas di gedungnya aja yang kamu perhatiin, tapi juga kapasitas lahan parkirnya. Kasihan kan tamunya kalau muter-muter cuma buat nyari parkiran.

Booking gedung dari jauh-jauh hari


Percayalah, persaingan gedung pernikahan itu nyata adanya, terlebih gedung di Jakarta yang letaknya strategis dan harganya terjangkau. Misalnya aja, Gedung Departemen Pertanian, gw telf di bulan Mei 2017 ternyata sudah fullbooked sampai Desember 2018. Gilee cui ampe akhir tahun depan, bayangin ajaa… *geleng-geleng kepala*

Semakin kalian undur cari gedung, percaya deh belum tentu kalian bisa dapet tanggal yang kalian udah tentuin. Apalagi, kalau kalian pengen tanggal cantik wah siap-siap menghadapi persaingan yang lebih ketat. Pilihannya antara kalian cari gedung lain atau geser tanggal pernikahan. Belum lagi, nentuin gedung itu ya jodoh-jodohan aja, bagi kalian sreg tapi keluarga kalian belum tentu sreg.

Gimana cara booking gedung? Kontaknya kemana? Jangan malas blogwalking dan join forum wedding untuk menambah insight mengenai gedung pernikahan. Biasanya sudah banyak postingan berseliweran mengenai review suatu gedung lengkap dengan PIC pengelola gedung, penampakan gedungnya, fasilitas gedung dan informasi lainnya. Jadi, kamu gak mesti mengunjungi semua gedung hanya sekedar ‘melihat’.

Bahkan di forum-forum banyak yang menawarkan over DP gedung pernikahan mereka di tanggal tertentu dengan harga yang lebih murah lho (karena ada beberapa yang butuh uang cepet juga demi mengembalikan uang mereka yang udah terlanjur DP di suatu gedung…tapi ternyata batal).

Kriteria dan ketentuan gedung


Sebelum booking gedung, kalian harus benar-benar yakin gedung tersebut memenuhi kriteria kalian. Kriteria gedung balik lagi ke selera kalian dan keluarga, biasanya seputar:
  • Kapasitas gedung
  • Kapasitas lahan parkir
  • Nuansa dan interior gedung
  • AC sentral
  • Full carpet
  • Jumlah ruang rias
  • Lighting gedung
  • Rekanan catering
  • Ada masjid untuk akad
  • Akses kesana ada pembangunan ataukah macet
Selain kriteria tersebut, kamu juga harus cermat melihat peraturan dan ketentuan gedung terkait:
  • Harga sewa gedung (siang dan malam harganya bisa berbeda)
  • Harga akad di masjid atau di depan pelaminan
  • Charge catering rekanan dan non rekanan (ini krusial lho, meskipun sewa nya gak seberapa tapi kalau charge cateringnya mahal, bisa-bisa kamu overbudget)
  • Minimum pemesanan catering (untuk gedung besar, biasanya ada minimum harga catering per pax nya)
  • Charge lainnya (misal charge photobooth, entertainment)
  • Biaya fasilitas (harga penambahan AC portable, penambahan kursi futura, screen proyektor, dll)
  • Ketentuan pindah tanggal pernikahan atau ganti nama
  • Budget
Yah, money talks! sebenernya konsep pernikahan kalian kayak gimana, itu tergantung dari budget kalian yaa… Yang penting diingat, kalian harus mempertimbangkan total cost jika melaksanakan pernikahan di gedung tersebut. Sesungguhnya, urusan gedung hanya sekian persen dari biaya catering dan dekorasi.

Gedung itu sama aja kayak manusia, gak ada yang benar-benar sempurna. Ada yang bagus, tapi mahal. Ada yang murah, tapi gak sesuai keinginan. Ada yang bagus dan murah tapi yang minat juga banyak, bok..

Jadi, kalau menurut gw jangan terlalu banyak spending untuk biaya sewa gedung. Disesuaikan dengan budget kalian masing-masing.

“Nikah itu murah, yang mahal gengsinya.”

Pernikahan memang sekali seumur hidup, semua orang ingin yang terbaik. Tapi, kehidupan kalian gak cuma sampai di pelaksanaan acara. Masih ada kebutuhan setelah resepsi yang mesti dipikirin. Jangan sampai, setelah menikah justru jadi banyak hutang dan ngerepotin orang tua. So, spending your money wisely.

Jomblo Ingin Menikah

Pernikahan. Tidak semua manusia mengalami satu dinamika kehidupan yang namanya Pernikahan. Pernikahan merupakan kontruk sosial dan benang yang sah untuk membentuk suatu organisasi keluarga melalui akad/perjanjian yang diatur oleh agama. Berbicara mengenai upacara pernikahan juga tidak bisa dilepaskan oleh unsur kebudayaan yang ada. Oleh karena itu, perkawinan menjadi agung, luhur, sacral dan Perkawinan bagi banyak orang hanya sekali seumur hidup dan tidak main-main. Oleh karena itu proses mencari jodoh dalam persiapan pernikahan  bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan, Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab, Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran beberapa kawula muda di masa sekarang. Pernikahan termasuk salah satu bentuk ibadah dan tujuannya bukan saja untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tetapi juga merupakan proses regenerasi bagi orang-orang yang memliki peradaban yang baik.


“Jika kita menganggap bahwa kita tengah berdiri diatas keturunan baik-baik dan berdiri pada skala peradaban yang jelas, mungkin karena hidup kita Tengah ditopang oleh Agama, Adat istiadat dan budaya yang baik pula. Maka kode Pernikahan dan Perkawinan datang untuk menjaga keadaan ini”. Adnan Junaedi.

Syariah telah menunjukkan bahwa pernikahan adalah satu-satunya cara untuk  menyatukan antara seorang pria dan wanita untuk memiliki keturunan, dan untuk mencapai tujuan lain yang menguntungkan. Bukan hanya dua orang yang disatukan, pernikahan juga adalah cara untuk menyatukan dua keluarga yang berbeda. Bagi setiap orang dewasa yang memiliki kesiapan lahir dan batin hendaknya tidak berhenti hanya pada kata-kata saja, mereka mesti bertindak lebih jauh dan menentukan pilihan hidupnya untuk mengakhiri masa lajangnya. Menurut ajaran  Islam, menikah adalah salah satu upaya menyempurnakan agama karena dengan menikah kita akan akan mencegah perbuatan zina, menjaga pandangan, melanjutkan generasi dan berbagai faedah lainnya yang tidak tersamarkan bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, barang siapa yang menuju kepada suatu pernikahan, maka ia telah berusaha menyempurnakan agamanya, sekaligus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat.

Meski hampir setiap hari kita saksikan pesta perkawinan, namun ternyata tidak mudah untuk menyelenggarakannya, apalagi jika kedua mempelai berasal dari latar budaya berbeda. Banyak hal yang harus dipersiapkan, agar tidak ada yang kecewa dan semua pihak merasa diperlakukan dengan sebaik-baiknya karena hajatan pesta pernikahan merupakan bagian dari prestige dan wibawa keluarga. Saat ini,
meskipun budaya global telah menembus tembok-tembok peradaban, namun ritual perkawinan ini tidaklah sirna. Masyarakat kita masih tetap dan akan selalu berkaca pada adat dan budaya sendiri untuk merayakan hari yang sangat mendebarkan dan istimewa itu.

Pilih Mana, Pernikahan Barokah atau Sakinah ?

Hakekat Pernikahan. Bukan sakinah yang menjadi tujuan pernikahan. Yang harus kita cari dalam rumah-tangga adalah barokah. Sakinah atau ketenangan itu merupakan buah pernikahan, ketika seorang laki-laki menikah secara sah dengan seorang perempuan. Dan ini merupakan sebagian tanda-tanda kekuasaan Alloh Ta’ala. Maka do’a untuk kedua mempelai pun bukan do’a meraih sakinah, bukan pula do’a untuk memperoleh keharmonisan rumah-tangga. Kedua-keduanya akan hadir mengiringi pernikahan apabila suami-istri saling menegakkan pola hubungan yang baik (mu’asyaroh bil ma’ruf), menjaga kewajiban-kewajibannya dan saling ridho di antara mereka.

Pilih Mana, Pernikahan Barokah atau Sakinah ?


Lalu apa yang sangat perlu kita perjuangkan dalam pernikahan? Barokah. Apakah barokah itu? Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin menunjukkan bahwa barokah berasal dari kata al-birkah yang bermakna tempat berkumpulnya air. Beliau menerangkan, “Barokah berarti kebaikan yang banyak dan tetap. Diambil dari kata al-birkah (ﺍﻠﺑﺮﻜﺔ) yang berarti tempat berkumpulnya air. Dan tabarruk berarti mencari barokah.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menerangkan, “Barokah berarti kenikmatan dan tambahan. Sedangkan hakikat barokah adalah kebaikan yang banyak dan terus-menerus yang tidak berhak memiliki sifat tersebut kecuali Alloh Tabaroka wa Ta’ala.”

Maka, sesiapa ingin meraih pernikahan yang barokah, ia harus melakukan tabarruk (mencari barokah) kepada yang memiliki kekuasaan penuh terhadap barokah, yakni Alloh Tabaroka wa Ta’ala.

Lalu, apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan agar Alloh Ta’ala karuniakan kepada kita pernikahan yang penuh barokah? Apa yang dapat kita lakukan untuk tabarruk (mencari barokah)? Yang pertama, tidak ada jalan untuk meraih barokah kecuali dengan apa-apa yang telah dituntunkan oleh agama ini. Sungguh, tidak ada satu pun perkara yang membawa kepada surga dan mendekatkannya kecuali telah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tunjukkan kepada kita. Tidak pula ada perkara yang menjauhkan kita dari api neraka, kecuali telah pula Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada kita. Maka, tidaklah patut kita mencari jalan untuk tabarruk, kecuali dengan apa-apa yang telah beliau shollallohu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam tuntunkan.

Apa hal pertama yang harus kita perhatikan? Niat. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan niat ketika seseorang hendak dan sedang menunaikan suatu amalan. Bersebab niat, amalan kecil bernilai sangat besar di sisi Alloh Ta’ala dan bahkan dijadikan sebagai teladan terbaik sepanjang masa. Bukankah amalan ashhabul kahfi adalah amalan yang sederhana? Hanya lari dan tidur panjang. Tetapi dua hal itu ditunaikan dalam rangka sesuatu yang paling besar dalam hidup, yakni menyelamatkan iman, menjaga agama, memelihara ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Sebaliknya bersebab niat pula, amalan yang sangat besar dan luar biasa berharga tidak bernilai pahala sama sekali, sedikit pun tidak, bahkan ia menjadi keburukan. Bukankah orang yang pertama kali masuk neraka justru orang yang berjihad di jalan Alloh Ta’ala? Tetapi ia melakukan jihadnya bukan karena Alloh ‘Azza wa Jalla, melainkan untuk meraih pujian dari manusia. Padahal seseorang yang mati saat berjihad di jalan Alloh dan niatnya semata karena Alloh ‘Azza wa Jalla, maka tidak ada yang diperolehnya kecuali surga tanpa hisab. Tidak ada penghalang baginya untuk langsung masuk surga-Nya Alloh Ta’ala, kecuali karena hutang yang belum dibayar. Maka, berhati-hatilah terhadap hutang. Dan pelajaran yang paling berharga adalah tentang niat.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Sesungguhnya ‘amal perbuatan itu bergantung pada niatnya. Sesungguhnya setiap orang itu mendapat sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka pahala hijrahnya adalah pahala hijrah karena Alloh dan Rosul-Nya. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapat dunia atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka ia hanya akan mendapatkan apa yang dituju.” (HR. Bukhori & Muslim).

Seseorang dapat berhijrah karena ingin mendapatkan wanita yang dicintainya. Sebaliknya, seseorang dapat melakukan pernikahan justru karena ingin memuliakan sunnah dan menyiapkan ladang amal sholih yang Alloh Ta’ala ridhoi. Semakin bertambah usia kita, semakin perlu kita berusaha lebih gigih agar amalan-amalan yang kita kerjakan adalah amal sholih yang Alloh Ta’ala ridhoi. Ini berarti, kita perlu mengilmui agar amal sholih yang kita tunaikan benar-benar Alloh ‘Azza wa Jalla ridhoi. Dan para ulama menunjukkan bahwa ilmu merupakan salah satu pintu meraih barokah. Tanpa ilmu yang haq, kita tidak dapat mendidik niat, tidak pula mampu melakukan amal sholih maupun ibadah dengan benar sesuai tuntunan.

Sesungguhnya agama ini telah memberi tuntunan tentang bagaimana memulai dan merawat pernikahan. Inilah yang perlu kita ilmui; hal-hal yang patut kita kerjakan dan lebih-lebih urusan-urusan yang wajib kita tunaikan. Kita perlu mempelajari dengan sungguh-sungguh seraya tetap berusaha memperoleh tambahan ilmu. Kadang yang membuat kita kebingungan bagaimana cara melakukan sesuatu dengan baik bukan karena tidaknya ada panduan, bukan pula karena tidak jelasnya petunjuk, tetapi semata karena kita yang tidak mengetahui atau tidak memahami petunjuk yang jelas itu dengan matang.

Ingin berbincang lebih panjang tentang apa saja yang menjadi pintu barokah pernikahan. Tetapi dalam kesempatan yang singkat ini, cukuplah yang ringkas dulu. Semoga ada masa untuk melanjutkan perbincangan.

Tuesday, January 2, 2018

Pacaran 8 Tahun Lalu Ditinggal Nikah dengan Selingkuhan, Cerita Wanita Ini Bikin Ngelus Dada

Pacaran 8 Tahun Lalu Ditinggal Nikah dengan Selingkuhan. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan akhirnya yang menentukan.Sepertinya kalimat itu cocok untuk wanita cantik yang satu ini. Ia berpacaran dengan seorang pria selama delapan tahun, namun pujaan hatinya itu malah menikah dengan wanita lain.

Pacaran 8 Tahun Lalu Ditinggal Nikah dengan Selingkuhan, Cerita Wanita Ini Bikin Ngelus Dada


Padahal wanita itu yang menemaninya mulai dari kuliah, hingga akhirnya memiliki pekerjaan yang cukup baik. Hingga suatu hari saat sang pria mengajak menikah, wanita minta ditunda. Sementara si pria tidak mau menunggu dengan alasan ingin buru-buru menikah. Namun saat diminta untuk datang ke orang tuanya, ia pun tak kunjung datang. Ia pun akhirnya menikah dengan rekan kerjanya, dan ternyata mereka sudah menjalin hubungan saat si pria masih jadi pacar wanita itu. Yang membuat salut, wanita itu bisa menerima kenyataan pahit tersebut dengan baik.

Selamat menempuh hidup baru Mas @Rian Ardi dan Mbk @yeni Dwi S

Samawah ya

anggap saja ini sebuah cerpen dari lagu.nya Nella Kharisma "DI TINGGAL RABI"

Terimakasih banyak untuk 8 tahun ini, pacaran kayak kredit rumah aja 8 tahun, pacaran lama tidak menjamin jodoh apa enggak, dari jaman kmu masih jadi kuli, pendidikan, sampai jadi pegawai seperti ini aku slalu nemenin kmu, aku setia nemenin mas.nya mulai dari nol dan mas.nya lebih setia ke aku nemenin aku mencari gelar dan akhirnya perjuangan ku belom selesai kau menyerah salah ku juga kenapa tidak mau diajak menikah dan akhirnya kau menikah dg wanita lain, sedikit percakapan sebelum kita putus!!

yan:r
putri:p

r: yang, ayo nikah bisa gk bisa kita harus nikah taun ini kalau kmu gk bisa aku cari cewek lain!!

p: yang aku belom siap, kuliah ku akhir taun ini bru selesai, kita tunangan dlu ya taun dpn kita nikah! kmu tau sendiri kan keinginan orang tua ku gmna? pengen melihat anaknya kerja sebelum menikah walaupun gaji anaknya sedikit tpi setidaknya orang tua melihat anak kerja sudah bahagia!!! coba kmu temuin orang tua ku mintak izin ke ayah ku mau ngajak aku nikah biar nnti orng tua ngsih solusi enaknya gimna??

r: sma aja nemuin ayah, pasti jawaban ayah sama kayak jawaban kmu!!!

p: kmu belum nemuin ayah ku kok sudah menyimpulkan seperti itu

(dan akhirnya kau menghilang tanpa kabar hampir 1bln, ku branikan diri chat dluan ke kmu)

p: yang, aku ini siapa mu? kmu anggep aku siapa? kalau kmu udh gk mau sma aku y udh bilang aja jangan menghilang gini, kamu laki-laki hrusnya tegas kalau mau putus ya udh bilang aja, tpi sini kita bicara baik" kmu putusin aku secara langsung jangan lwt Hp!!! 

r: maaf, aku gk pernah ngsih kabar slma ini aku sdh berfikir dan akhirnya aku memutuskan kita kita bisa bersatu lgi kita tidak jodoh, dan maaf aku harus nikah taun ini kalau enggak awal taun dpn. kmu selesaikan dlu skripsi mu, inget tujuan mu awal apa ingin membahagiakan orang tua!! jngan mikirin nikah selesaikan skripsi mu!!!

p: oh y udh kalau mintak mu seperti itu, aku mintak tlong ke kmu untuk terakhir kalinya kmu temuin orang tua ku, n kmu blg baik" ke orang tua ku kalau kita sudah PUTUS!!! kmu tau sendiri kan orang tua ku anggep kmu kyak anaknya sendiri setidaknya kmu hrus pamit baik" ke orang tua ku!!!
aku gk mau kmu tiba" menghilang dri keluarga ku tanpa pamit, tenang mas jangan takut ke ayah ku, aku jamin dri mulut ayah ku dia gk akan mengatakan "kmu jngan putus dengan anak ku" 

r: iya, tpi aku gk janji bisa nemuin ayah mu atau enggak karena aku mau di pindah dinas ke Jakarta akhir" ini ada urusan mendadak, aku sbuk ngurusi berkas"nya gk tau bisa pulang ke Banyuwangi atau enggak!!

p: y udh kalau gtu mas hati*, sebisa mu aja ke rmh ku kpn pkok kmu bisa ke rmh ku pmit dg baik ke orang tua ku!!! ( dan akhirny kmu tidak jdi dinas ke jakarta)

waktu putus sih biasah aja, krna ku anggap dia blg putus hanya bercanda besok" jga balikan hahahha dg PD.nya seperti itu krna wktu itu gk begitu memikirkan permasalahan itu yg saya fikirkan hanyalah Revisi skripsi

dan keluarga rian jga blg gini "mana mungkin rian nikah secepat ini, kalau mau nikah dia nikah sma siapa? org slama ini dia gk pernah neko" kok

ku pikir" iya benar dia orangnya baik gk pernah neko" keluar sma teman cwe aja tidak pernah, smpai dlu blg gni ke dia, tiap rian pmit sma aku "yang aku mau keluar sma si A, iya ati" yang kmu keluar kok sma cwo aja gk pernah sma tmen cwe mu, pdhal dikantor mu temen cwe banyak kenapa gk pernah keluar bareng?? iya gpp males aja yang penak keluar sma tmen cwo

krna pcran udh lama jdi aku percaya bgt sma dia, pdhal tmen" kuliah itu slalu blg kyk gini put pcr mu ngne iki kiro" dolan ngdi yo pling kro cwe, aku mwnjawab gk lah dia gk kyk gtu dia kalau keluar" pasti pamit kok keluar sma siapa aja pasti pamit!!

ibu jga sering blg gini rian gini gk pulng banyuwangi kira* disna keluar sma cwe gk ya? enggak lah bu rian kan meneng gk tau keluar sma cwe gtu, dg pd.nya blg kyk gtu

dan akhirnyaa hri rya kmren kmu tunangan akupun biasah aja,  melihat kmu sma tunangan mu aku nyantai hati gk terasa sakit atau gmna, kmupun ktmu aku menghindar gk brani ngobrol sma aku!!

dan aku branikan dri tnya ke tunangan mu "mbk kmu pcran sma rian mlai kpn ya?? dia langsung jwb awal" taun ini

kaget bgt dengar jwban ini orang,

rasanya entah ini orang bercanda atau kagak sya gk tau

aku pun bertanya lagi, berarti rian selama pcran sma aku dia pcran sma kmu mbk?? dia pun menjawab mungkin sambil seyum

uh rasanya bener" gak karuan

di hati ku, pantesan yaa mulai bulan 2 kmren rian sering keluar breng sma ini cwe dan gtupun rian gk pernah pamit ke aku keluar.nya

y udhlah ini cerita suatu saat bisa saya ceritakan ke anak cucu saya, biar buat pelajaran

tpi ya sudahlah...

ini sudah jalannya kita"



Sambil menceritakan kisah itu, ia juga memposting fotonya bersama mantan kekasih dan istrinya tersebut.

Tak terlihat ada rasa dendam di diri wanita itu meski tahu dirinya selama ini telah diduakan.

Postingan itu telah dibagikan lebih dari 2.497 kali dan dikomentari banyak netizen.

Gimana menurut kalian guys?

(Tribun)

Monday, December 25, 2017

Apa yang menghalangimu untuk menikah?

Apa yang menghalangimu untuk menikah? Menikah itu asyik, menikah itu keren, menikah itu gokil. Dan yang lebih penting lagi menikah itu adalah ibadah, sunnah Nabi (annikahu sunnati) dan mempunyai misi untuk menyempurnakan separuh nilai agama. Namun demikian tidak semua orang bisa dan berani memutuskan untuk menikah, karena faktanya banyak orang yang takut menikah karena merasa belum siap. Ada yang belum menikah karena takut kecewa atau dikecewakan. Ada juga yang trauma karena pernah gagal menyintai seseorang sehingga tidak percaya lagi dengan pria atau wanitaa. Atau ada juga yang takut menikah karena khawatir akan menghambat karir atau profesinya, merenggut kebebasan. Bahkan ada juga yang memutuskan untuk tidak menikah karena memang senang dengan kesendiriannya alias suka jadi jomblowan atau jomblowati.

kapan nikah


Namun satu hal yang tidak boleh dilanggar adalah jangan sampai karena alasan bahwa menikah itu bikin repot, bikin ribet, mengganggu privasi, dan dengan kesendiriannya tidak terikat dalam lembaga pernikahan, maka akan bisa bebas menyalurkan hasrat sexualnya kepada siapa saja yang dikehendaki.

Sex itu sendiri sesungguhnya tidaklah “jahat”, karena ia adalah karunia, meskipun pesona serta pikatannya bisa menganggu ketenangan pikiran, bisa menembus dinding keimanan, bisa menggerogoti perkembangan nilai-nilai spiritual.

Dalam situasi yang ideal, sex merupakan puncak kepuasan fisik dari hubungan emosional yang mendalam, di mana kedua pasangan saling memberi dan menerima secara sama, saling memberikan kepuasan batin secara mendalam dan dalam level yang sama.

Seekor hewanpun ketika ingin melakukan hubungan sex, ia akan akan menujukkan cintanya, namun setelah melakukan hubungan sex ia akan melupakan cintanya. Bagi hewan sex hanyalah sekedar dorongan naluri untuk menyalurkan hasrat biologisnya dan untuk mempertahanakan kelangsungan habitatnya.

Manusia beda dengan binatang karena manusia memiliki banyak hal yang bisa diberikan dalam konsep cinta, perhatian dan kasih sayang. Tugas dan kewajiban tersebut merupakan unsur penting untuk mempertahankan kesatuan, keharmonisan dan saling pengertian dalam suatu hubungan antar manusia.

Ada resiko yang harus ditanggung bagi seseorang yang tidak menikah atau menunda menikah, padahal secara hukum ia sudah masuk dalam kategori sebagai orang yang mempunyai qualifikasi wajib atau sunnah untuk menikah. Beberapa resiko tersebut antara lain ketika hidup membujang jadi jomblowan atau jomblowati dalam waktu yang lama, maka akan ada potensi untuk melakukan kesenangan pribadi, walaupun tidak semuanya seperti itu.

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqhus Sunnah menyimpulkan, seandainya seseorang sudah mampu nikah, dan dikhawatirkan akan terjerumus kepada perbuatan jahat kalau tidak menikah, sementara pada saat yang sama, ia juga sudah memenuhi kriteria wajib haji, maka ia harus mendahulukan nikah atas haji. Hal ini didasarkan pada kaidah fiqih yang berbunyi Dar ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindarkan diri dari bahaya harus didahulukan dari pada mengejar kemaslahatan).

Maka menikah adalah cara Allah menjaga manusia agar tidak jatuh kedukannya dan tidak tergelincir untuk memperturutkan dorongan hawa nafsunya dan berbuat dosa demi menjaga kehormatan dan muruahnya.

Begitu pula bagi yang menempuh jalan kesendirian atau tidak menikah maka hal itu juga tidak sesuai dan selaras dengan sunnatullah yaitu pada dasarnya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Dan menikah itu mempunyai tujuan untuk menjaga kelangsungan spesies manusia agar terus dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini. (m-alwi)