Showing posts with label Doa Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Doa Pernikahan. Show all posts

Sunday, November 11, 2018

Jomblo Ingin Menikah

Pernikahan. Tidak semua manusia mengalami satu dinamika kehidupan yang namanya Pernikahan. Pernikahan merupakan kontruk sosial dan benang yang sah untuk membentuk suatu organisasi keluarga melalui akad/perjanjian yang diatur oleh agama. Berbicara mengenai upacara pernikahan juga tidak bisa dilepaskan oleh unsur kebudayaan yang ada. Oleh karena itu, perkawinan menjadi agung, luhur, sacral dan Perkawinan bagi banyak orang hanya sekali seumur hidup dan tidak main-main. Oleh karena itu proses mencari jodoh dalam persiapan pernikahan  bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan, Namun justru diliputi oleh perkara yang penuh adab, Bukan “Coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana jamaknya pacaran beberapa kawula muda di masa sekarang. Pernikahan termasuk salah satu bentuk ibadah dan tujuannya bukan saja untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tetapi juga merupakan proses regenerasi bagi orang-orang yang memliki peradaban yang baik.


“Jika kita menganggap bahwa kita tengah berdiri diatas keturunan baik-baik dan berdiri pada skala peradaban yang jelas, mungkin karena hidup kita Tengah ditopang oleh Agama, Adat istiadat dan budaya yang baik pula. Maka kode Pernikahan dan Perkawinan datang untuk menjaga keadaan ini”. Adnan Junaedi.

Syariah telah menunjukkan bahwa pernikahan adalah satu-satunya cara untuk  menyatukan antara seorang pria dan wanita untuk memiliki keturunan, dan untuk mencapai tujuan lain yang menguntungkan. Bukan hanya dua orang yang disatukan, pernikahan juga adalah cara untuk menyatukan dua keluarga yang berbeda. Bagi setiap orang dewasa yang memiliki kesiapan lahir dan batin hendaknya tidak berhenti hanya pada kata-kata saja, mereka mesti bertindak lebih jauh dan menentukan pilihan hidupnya untuk mengakhiri masa lajangnya. Menurut ajaran  Islam, menikah adalah salah satu upaya menyempurnakan agama karena dengan menikah kita akan akan mencegah perbuatan zina, menjaga pandangan, melanjutkan generasi dan berbagai faedah lainnya yang tidak tersamarkan bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, barang siapa yang menuju kepada suatu pernikahan, maka ia telah berusaha menyempurnakan agamanya, sekaligus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat.

Meski hampir setiap hari kita saksikan pesta perkawinan, namun ternyata tidak mudah untuk menyelenggarakannya, apalagi jika kedua mempelai berasal dari latar budaya berbeda. Banyak hal yang harus dipersiapkan, agar tidak ada yang kecewa dan semua pihak merasa diperlakukan dengan sebaik-baiknya karena hajatan pesta pernikahan merupakan bagian dari prestige dan wibawa keluarga. Saat ini,
meskipun budaya global telah menembus tembok-tembok peradaban, namun ritual perkawinan ini tidaklah sirna. Masyarakat kita masih tetap dan akan selalu berkaca pada adat dan budaya sendiri untuk merayakan hari yang sangat mendebarkan dan istimewa itu.

Pilih Mana, Pernikahan Barokah atau Sakinah ?

Hakekat Pernikahan. Bukan sakinah yang menjadi tujuan pernikahan. Yang harus kita cari dalam rumah-tangga adalah barokah. Sakinah atau ketenangan itu merupakan buah pernikahan, ketika seorang laki-laki menikah secara sah dengan seorang perempuan. Dan ini merupakan sebagian tanda-tanda kekuasaan Alloh Ta’ala. Maka do’a untuk kedua mempelai pun bukan do’a meraih sakinah, bukan pula do’a untuk memperoleh keharmonisan rumah-tangga. Kedua-keduanya akan hadir mengiringi pernikahan apabila suami-istri saling menegakkan pola hubungan yang baik (mu’asyaroh bil ma’ruf), menjaga kewajiban-kewajibannya dan saling ridho di antara mereka.

Pilih Mana, Pernikahan Barokah atau Sakinah ?


Lalu apa yang sangat perlu kita perjuangkan dalam pernikahan? Barokah. Apakah barokah itu? Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin menunjukkan bahwa barokah berasal dari kata al-birkah yang bermakna tempat berkumpulnya air. Beliau menerangkan, “Barokah berarti kebaikan yang banyak dan tetap. Diambil dari kata al-birkah (ﺍﻠﺑﺮﻜﺔ) yang berarti tempat berkumpulnya air. Dan tabarruk berarti mencari barokah.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menerangkan, “Barokah berarti kenikmatan dan tambahan. Sedangkan hakikat barokah adalah kebaikan yang banyak dan terus-menerus yang tidak berhak memiliki sifat tersebut kecuali Alloh Tabaroka wa Ta’ala.”

Maka, sesiapa ingin meraih pernikahan yang barokah, ia harus melakukan tabarruk (mencari barokah) kepada yang memiliki kekuasaan penuh terhadap barokah, yakni Alloh Tabaroka wa Ta’ala.

Lalu, apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan agar Alloh Ta’ala karuniakan kepada kita pernikahan yang penuh barokah? Apa yang dapat kita lakukan untuk tabarruk (mencari barokah)? Yang pertama, tidak ada jalan untuk meraih barokah kecuali dengan apa-apa yang telah dituntunkan oleh agama ini. Sungguh, tidak ada satu pun perkara yang membawa kepada surga dan mendekatkannya kecuali telah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tunjukkan kepada kita. Tidak pula ada perkara yang menjauhkan kita dari api neraka, kecuali telah pula Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada kita. Maka, tidaklah patut kita mencari jalan untuk tabarruk, kecuali dengan apa-apa yang telah beliau shollallohu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam tuntunkan.

Apa hal pertama yang harus kita perhatikan? Niat. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan niat ketika seseorang hendak dan sedang menunaikan suatu amalan. Bersebab niat, amalan kecil bernilai sangat besar di sisi Alloh Ta’ala dan bahkan dijadikan sebagai teladan terbaik sepanjang masa. Bukankah amalan ashhabul kahfi adalah amalan yang sederhana? Hanya lari dan tidur panjang. Tetapi dua hal itu ditunaikan dalam rangka sesuatu yang paling besar dalam hidup, yakni menyelamatkan iman, menjaga agama, memelihara ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Sebaliknya bersebab niat pula, amalan yang sangat besar dan luar biasa berharga tidak bernilai pahala sama sekali, sedikit pun tidak, bahkan ia menjadi keburukan. Bukankah orang yang pertama kali masuk neraka justru orang yang berjihad di jalan Alloh Ta’ala? Tetapi ia melakukan jihadnya bukan karena Alloh ‘Azza wa Jalla, melainkan untuk meraih pujian dari manusia. Padahal seseorang yang mati saat berjihad di jalan Alloh dan niatnya semata karena Alloh ‘Azza wa Jalla, maka tidak ada yang diperolehnya kecuali surga tanpa hisab. Tidak ada penghalang baginya untuk langsung masuk surga-Nya Alloh Ta’ala, kecuali karena hutang yang belum dibayar. Maka, berhati-hatilah terhadap hutang. Dan pelajaran yang paling berharga adalah tentang niat.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Sesungguhnya ‘amal perbuatan itu bergantung pada niatnya. Sesungguhnya setiap orang itu mendapat sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka pahala hijrahnya adalah pahala hijrah karena Alloh dan Rosul-Nya. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapat dunia atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka ia hanya akan mendapatkan apa yang dituju.” (HR. Bukhori & Muslim).

Seseorang dapat berhijrah karena ingin mendapatkan wanita yang dicintainya. Sebaliknya, seseorang dapat melakukan pernikahan justru karena ingin memuliakan sunnah dan menyiapkan ladang amal sholih yang Alloh Ta’ala ridhoi. Semakin bertambah usia kita, semakin perlu kita berusaha lebih gigih agar amalan-amalan yang kita kerjakan adalah amal sholih yang Alloh Ta’ala ridhoi. Ini berarti, kita perlu mengilmui agar amal sholih yang kita tunaikan benar-benar Alloh ‘Azza wa Jalla ridhoi. Dan para ulama menunjukkan bahwa ilmu merupakan salah satu pintu meraih barokah. Tanpa ilmu yang haq, kita tidak dapat mendidik niat, tidak pula mampu melakukan amal sholih maupun ibadah dengan benar sesuai tuntunan.

Sesungguhnya agama ini telah memberi tuntunan tentang bagaimana memulai dan merawat pernikahan. Inilah yang perlu kita ilmui; hal-hal yang patut kita kerjakan dan lebih-lebih urusan-urusan yang wajib kita tunaikan. Kita perlu mempelajari dengan sungguh-sungguh seraya tetap berusaha memperoleh tambahan ilmu. Kadang yang membuat kita kebingungan bagaimana cara melakukan sesuatu dengan baik bukan karena tidaknya ada panduan, bukan pula karena tidak jelasnya petunjuk, tetapi semata karena kita yang tidak mengetahui atau tidak memahami petunjuk yang jelas itu dengan matang.

Ingin berbincang lebih panjang tentang apa saja yang menjadi pintu barokah pernikahan. Tetapi dalam kesempatan yang singkat ini, cukuplah yang ringkas dulu. Semoga ada masa untuk melanjutkan perbincangan.

Wednesday, January 3, 2018

Doa Pernikahan Islam

Doa pernikahan islam. pernahkah kalian melihat doa pernikahan di dalam sebuah undangan pernikahan, sering bukan? doa pernikahan di dalam islam sangatlah dianjurkan, karena doa pernikahan adalah harapan untuk memulai hidup baru yang penuh dengan kisah petualangan sedih dan bahagia bersama dengan pasangan, lebay bukan? emang. langsung aja berikut doa pernikahan dalam islam. doa tidak harus dalam bahasa arab, bisa juga dalam bahasa indonesia, arab, inggris dll


doa pernikahan



DO’A PERNIKAHAN

بارك الله لك و بارك عليك و جمع بينكما في خير

“Semoga Allah memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu dalam keadaan harmonis, dan semoga Allah (tetap) memberi berkah padamu disaat rumah tanggamu terjadi kerenggangan (prahara), dan semoga Dia (Allah) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”. 
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah) 


اللهم الٌفْ بينهما بمحبتك كما الفتَ بين أدم وحوى والٌفْ بينهما كما الفت بين يوسف وزليخا ومحمد وخديجة الكبرى وأصلِح جَمْعَهما فى الدنيا والأخرة و هَبْ لهما من لدنك رحمة وقرةَ أعين واجعلهما من عبادك النافعين على دينك ولمصالح المؤمنين برحمتك يا أرحم الراحمين


Do’a Pengantin

اللهم يا مؤلف القلوب الف بين قلبي وقلب زوجي على محبتك وطاعتك برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم حببني الى قلبه وجملني في عينه واستر عيوبي عنه واستر عيوبه عني وألف بين قلوبنا واجمعنا في الفردوس الأعلى من الجنة

اللهم انت الحمد الحنان المنان بديع السموات والارض انت الله الواحد الاحد الفرد الصمد اسألك باسمك الاعظم ان تهديني وتهدي زوجى وابنائي وتجعلنا من عبادك الصالحين المتقين المفلحين وان تحسن خاتمتنا وتظلنا تحت ضل عرشك يوم لاظل الا ظلك



Ya Allah,
jadikanlah pernikahan  ini pernikahan yang penuh barakah,
pembuka pintu rahmat bagi kedua mempelai, keluarganya dan ummat
menjadi penyempurna keislaman,
tungku tempat mereka menempa shabar dan syukur,
sekolah tempat mereka belajar menjadi dewasa,
jalan bagi keduanya menggapai cinta-Mu.

Ya Allah,
ampuni dosa-dosa kami
maafkan segala khilaf kami
luruskan niat kami
sucikan hati kami
kuatkan tekad kami
bimbing kami ke jalan yang Engkau ridhai
lindungi kami dari segala tipu daya syaitan
agar kami dapat menapaki jalan baru ini, demi menggapai ridha-Mu

Ya Allah,
Limpahkanlah rasa cinta kepada kedua mempelai,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Kubra,
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci
Yusuf dan Zulaikha.

Ya Allah,
Cukupkanlah permohonan kami dengan ridla-Mu
Jadikanlah kedua mempelai Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.


Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah Ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu
dan keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.


اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمْ أَنَّ هَذِهِ القُلُوبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَأَدِّمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَأمْلَأْهَا بِنُورِكَ الَّذِي لاَ يَخْبُو وَاشْرَحْ صُدُورَهَا بِفَيْضِ اْلإِيَمَانِ بِكَ وَجَمِيلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَأَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِي سَبِيلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ اَللَّهُمَّ آمِينَ وَصَلَّ اللَّهُمَّ عَلَى  سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهَ وَصَحْبِهِ وسلم